Detail Katalog
ID: 31358Cover Tidak Tersedia
Gambar cover belum diupload
PENERTIBAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KOTA METRO PROVINSI LAMPUNG / Maria Heranita Wiratno
Pengarang:
Maria Heranita Wiratno
Maria Heranita Wiratno
Penerbit:
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Institut Pemerintahan Dalam Negeri,
Tempat Terbit:
Sumedang :
Sumedang :
Tahun Terbit:
2023
2023
Subjek
Ketertiban umum
Deskripsi Fisik:
11 : ilust.
11 : ilust.
Nomor Panggil:
363 598 18 MAR p
363 598 18 MAR p
Control Number:
INLIS000000001194582
INLIS000000001194582
BIB ID:
0010-0326000029
0010-0326000029
Catatan
Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Gelandangan merupakan seseorang yang
hidup dengan kondisi tidak memenuhi standar. Pengemis merupakan orang yang
memperoleh pendapatan mengemis ditempat umum menggunakan segala cara
untuk meminta simpati orang lain. Kehadiran gelandangan dan pengemis yang
merajalela mengganggu situasi warga, menghambat kelancaran lalu lintas, serta
merusak keindahan tata kota. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui bentuk penertiban yang dilakukan guna mengurangi keberadaan
gelandangan dan pengemis. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian
deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta teori penertiban dari Retno Widjajanti.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode wawancara, observasi,
dan dokumentasi. Yang menjadi fokus penelitian ialah mendeskripsikan
pelaksanaan penertiban gelandangan dan pengemis oleh Satuan Polisi Pamong
Praja di Kota Metro. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini yaitu pelaksanaan
penertiban gelandangan dan pengemis oleh Satuan Polisi Pamong Praja yaitu
berupa pelaksanaan mekanisme penertiban dengan melakukan pendekatan secara
persuasif dan memberikan motivasi untuk tidak mengemis, melakukan patroli
lokasi, meningkatkan kapasitas sdm supaya memberikan dampak terhadap kinerja, koordinasi dengan dinas sosial terkait pembinaan keterampilan serta memberikan
sanksi tegas. Upaya yang dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja untuk
menekan keberadaan gelandangan dan pengemis dalam penertiban melakukan
perbaikan sarana prasarana unutk mendukung patroli lokasi, melakukan koordinasi
terkait kerjasama antara Dinas Sosial dan Satpol PP, melakukan bimbingan teknis
kepada anggota agar meningkatkan kemampuan kinerja terhadap penertiban.
Kesimpulan: Dengan adanya kegiatan tersebut maka disimpulkan bahwa
penertiban gelandangan dan pengemis oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Metro
belum terlaksana dengan baik karena masih ditemukan gelandangan dan pengemis
pada saat patroli razia.
hidup dengan kondisi tidak memenuhi standar. Pengemis merupakan orang yang
memperoleh pendapatan mengemis ditempat umum menggunakan segala cara
untuk meminta simpati orang lain. Kehadiran gelandangan dan pengemis yang
merajalela mengganggu situasi warga, menghambat kelancaran lalu lintas, serta
merusak keindahan tata kota. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui bentuk penertiban yang dilakukan guna mengurangi keberadaan
gelandangan dan pengemis. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian
deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta teori penertiban dari Retno Widjajanti.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode wawancara, observasi,
dan dokumentasi. Yang menjadi fokus penelitian ialah mendeskripsikan
pelaksanaan penertiban gelandangan dan pengemis oleh Satuan Polisi Pamong
Praja di Kota Metro. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini yaitu pelaksanaan
penertiban gelandangan dan pengemis oleh Satuan Polisi Pamong Praja yaitu
berupa pelaksanaan mekanisme penertiban dengan melakukan pendekatan secara
persuasif dan memberikan motivasi untuk tidak mengemis, melakukan patroli
lokasi, meningkatkan kapasitas sdm supaya memberikan dampak terhadap kinerja, koordinasi dengan dinas sosial terkait pembinaan keterampilan serta memberikan
sanksi tegas. Upaya yang dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja untuk
menekan keberadaan gelandangan dan pengemis dalam penertiban melakukan
perbaikan sarana prasarana unutk mendukung patroli lokasi, melakukan koordinasi
terkait kerjasama antara Dinas Sosial dan Satpol PP, melakukan bimbingan teknis
kepada anggota agar meningkatkan kemampuan kinerja terhadap penertiban.
Kesimpulan: Dengan adanya kegiatan tersebut maka disimpulkan bahwa
penertiban gelandangan dan pengemis oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Metro
belum terlaksana dengan baik karena masih ditemukan gelandangan dan pengemis
pada saat patroli razia.
Status
Tersedia di OPAC
Bibliografi Nasional Indonesia
Karya Tulis Ilmiah Nasional
Informasi Eksemplar & Metadata
| Nomor Barcode | Nomor Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
06385/IPDN/2023 |
363 598 18 MAR p |
Baca di tempat | Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
Format MARC21 - Total 13 field
| Tag | Ind1 | Ind2 | Nilai | Urutan |
|---|---|---|---|---|
| 001 | _ |
_ |
INLIS000000001194582 | 1 |
| 005 | _ |
_ |
20260302102047 | 2 |
| 035 | # |
# |
$a 0010-0326000029 | 3 |
| 245 | 1 |
# |
$a PENERTIBAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DI KOTA METRO PROVINSI LAMPUNG /$c Maria Heranita Wiratno | 4 |
| 100 | _ |
# |
$a Maria Heranita Wiratno | 5 |
| 300 | # |
# |
$a 11 : $b ilust. | 6 |
| 856 | # |
# |
$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12266 | 7 |
| 260 | # |
# |
$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 | 8 |
| 082 | # |
# |
$a 363 598 18 | 9 |
| 084 | # |
# |
$a 363 598 18 MAR p | 10 |
| 650 | # |
4 |
$a Ketertiban umum | 11 |
| 520 | # |
# |
$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Gelandangan merupakan seseorang yang hidup dengan kondisi tidak memenuhi standar. Pengemis merupakan orang yang memperoleh pendapatan mengemis ditempat umum menggunakan segala cara untuk meminta simpati orang lain. Kehadiran gelandangan dan pengemis yang merajalela mengganggu situasi warga, menghambat kelancaran lalu lintas, serta merusak keindahan tata kota. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk penertiban yang dilakukan guna mengurangi keberadaan gelandangan dan pengemis. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif serta teori penertiban dari Retno Widjajanti. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Yang menjadi fokus penelitian ialah mendeskripsikan pelaksanaan penertiban gelandangan dan pengemis oleh Satuan Polisi Pamong Praja di Kota Metro. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini yaitu pelaksanaan penertiban gelandangan dan pengemis oleh Satuan Polisi Pamong Praja yaitu berupa pelaksanaan mekanisme penertiban dengan melakukan pendekatan secara persuasif dan memberikan motivasi untuk tidak mengemis, melakukan patroli lokasi, meningkatkan kapasitas sdm supaya memberikan dampak terhadap kinerja, koordinasi dengan dinas sosial terkait pembinaan keterampilan serta memberikan sanksi tegas. Upaya yang dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja untuk menekan keberadaan gelandangan dan pengemis dalam penertiban melakukan perbaikan sarana prasarana unutk mendukung patroli lokasi, melakukan koordinasi terkait kerjasama antara Dinas Sosial dan Satpol PP, melakukan bimbingan teknis kepada anggota agar meningkatkan kemampuan kinerja terhadap penertiban. Kesimpulan: Dengan adanya kegiatan tersebut maka disimpulkan bahwa penertiban gelandangan dan pengemis oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Metro belum terlaksana dengan baik karena masih ditemukan gelandangan dan pengemis pada saat patroli razia. | 12 |
| 990 | # |
# |
$a 06385/IPDN/2023 | 1 |
Penjelasan Field MARC21:
- 001: Control Number
- 005: Date and Time of Latest Transaction
- 020: ISBN
- 100: Main Entry - Personal Name
- 245: Title Statement
- 250: Edition Statement
- 260: Publication Information
- 300: Physical Description
- 650: Subject
- 700: Added Entry - Personal Name
Aksi Cepat
Informasi Katalog
Ditambahkan: 02 Mar 2026